#Kesehatan


Industri 4.0 untuk Pacu Layanan Kesehatan

Presiden Jokowi sudah memilih dr Terawan sebagai menteri kesehatan untuk periode kedua pemerintahannya. Apa arah kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menjawab tantangan ke depan? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mengulas pencapaian sektor kesehatan lima tahun ke belakang. Gebrakan paling monumental periode pertama pemerintahan Jokowi adalah penerapan jaminan kesehatan nasional lewat Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini bisa dibilang kebijakan revolusioner di sektor kesehatan. Meskipun begitu, kebijakan ini masih menanggung masalah berat. Masalah utama yang belum bisa diatasi sampai sekarang adalah pembiayaan BPJS yang tekor sejak awal sampai sekarang. Ratusan rumah sakit mitra belum dibayar oleh BPJS hingga arus kasnya terseok, bahkan ada yang bangkrut.

Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat untuk Dunia Kesehatan

Jatim Newsroom- Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.

Pelaku Industri Kesehatan Bakal Dapat Manfaat Revolusi Industri 4.0

Liputan6.com, Surabaya - Indonesia saat ini memasuki era awal revolusi industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0, Selasa (12/11/2019). 

Prof. Djoko Sebut Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat Untuk Dunia Kesehatan

UNAIR NEWS – Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0 (12/11/2019), Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.

Saya Nyeri Sendi, Apakah Asam Urat Saya Tinggi?

"Saya nyeri sendi. Apakah asam urat saya tinggi?" Rumah Ginjal - Pertanyaan ini sering terlintas oleh setiap individu di Indonesia, khususnya kelompok usia 30 tahun ke atas. Nampaknya, hal ini merupakan problematika yang sudah turun-temurun. Jika nyeri sendi pasti asam urat yang tinggi. Apakah dengan keadaan ini lantas membuat sebagian orang untuk pergi ke dokter? Jawabnya, "tidak semua", mereka lebih memilih pergi ke apotek untuk membeli obat penurun asam urat, tanpa mengetahui apakah benar nyeri sendinya terkait asam urat. Selain itu tidak sedikit teman, keluarga, atau tetangga yang menyarankan untuk membeli obat tertentu atau obat asam urat tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini bisa fatal! Sebelum jauh membahas kesitu kita perlu tahu apakah asam urat itu.   Apa itu asam urat? Asam urat adalah senyawa biokimia hasil pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sendiri secara normal memang diproduksi tubuh dan ada sumber purin lainnya berasal dari makanan. Makanan yang mengandung purin dengan jumlah yang tinggi adalah hati, makarel, makanan kaleng, bir, dan daging merah.