Alam Ginjal dari Seberang lain


Rumah Ginjal - Dia didiagnosis dengan penyakit ginjal stadium akhir. Bagaikan tersambar petir, diagnosis itu tentu mengejutkan karena proses perubahan yang terjadi pada tubuhnya sama sekali tidak dirasakan --karena memang itulah bagian dari karakter penyakit ginjal kronis.

 

Patut diketahui bahwa penyakit ginjal kronis sebagian besar tidak memberikan gejala. Sebagaimana pada sesi sebelumnya bahwa kalau toh mengeluh dan bergejala seperti bengkak seluruh tubuh, lemas kurang Nafsu makan, mual kronis, semangat kerja menurun, gampang lelah seperti habis berjalan jauh, serta darah tinggi; semua itu tadi sesungguhnya telah terjadi kerusakan ginjal Yang parah. Apalagi sudah ada kejang, sesak nafas prekoma Yang tidak bisa ditawar dari urusan cuci darah. 

 

Maka pada umumnya, sebagian besar mereka  pasrah sambil  terus berdoa untuk mendapatkan jalan yang terbaik. Pada beberapa kejadian, banyak dari mereka umumnya lebih dulu  mendengar semua cerita tentang bagaimana perasaan orang-orang selama cuci darah, dan tentunya mereka tidak ingin menghadapinya. Mereka tidak ingin kehilangan kebebasannya dan mereka tentu tidak ingin merasa sakit sepanjang waktu.

 

Jadi selama beberapa tahun, mereka  menunggu dan menunggu jalan terbaik, tentu berharap mendapatkan mukjizat. Namun  nyatanya apa yang ditunggu umumnya tidak muncul. Hal ini bagaikan fatamorgana. 

 

Sebelum perawatan cuci darah pertama, mereka merasakan ketidakrelaan. Bahkan ada respon menarik diri dari lingkungan sosial --dari semua orang, sekalipun keluarganya. Ia tidak ingin pergi kemana pun atau melakukan apa pun dan ia selalu tidak prima dalam kondisi kesehatannya. Ia memasuki fase dimana ia menghindari apa yang telah ia rasakan. Inilah yang dinamakan defend mechanism.

 

Singkat cerita akhirnya, dia memulai perawatan cuci darah dengan mencari pusat layanan yang lebih dekat ke rumahnya.

Umumnya cuci darah benar-benar mengubah mereka. Kesehatannya membaik, bersama dengan kepercayaan dirinya, mendorongnya untuk mulai beraktivitas lagi walaupun tidak selengkap seperti dulu. Bahkan banyak yang mengemudi sendiri ke dan dari perawatan cuci darah. Hal demikian, tidak hanya memberikan perasaan kemandirian, tetapi juga rasa prestasi yang kuat pada dirinya. Pada cerita yang berbeda, ada yang  berkata bahwa dia dapat melakukan semua yang dia lakukan sebelumnya, termasuk bercengkerama  dengan  cucunya, bermain golf sesuai kondisinya, dan pergi liburan keluarga. Bahkan dapat bepergian tanpa stres. Meskipun diakui bepergian saat cuci darah dapat mengintimidasi, dia menjelaskan, “Yang harus dilakukan hanyalah datang di tempat layanan cuci darah, Tim Perjalanan akan mengurus semuanya. "

 

Itulah dinamika kehidupan yang tentu sebaiknya dimaknai secara bijak oleh siapa saja. Sesungguhnya siapa sih yang mau menderita? Salam sehat ginjal dari rumahginjal.id [].

Source:
Keywords: