Artikel
- Sort by :
- Subcategory /
- Date
Mengenal kaitan Diabetes dan ginjal: Penanganan Dampak awal Komplikasi Diabetes pada Organ Ginjal
- Blog
- /
- 04/02/2021
Sebagaimana artikel sebelumnya, diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah (gula darah puasa 126 mm/dl, gula darah 2 jam pasca puasa 200 mg/dl). Menurut WHO, tahun 1957 terdapat 120 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Tahun 2005 diperkirakan 300 juta penderita diabetes dengan tipe 2 sebesar 90 persen. Jika pankreas tidak menghasilkan insulin cukup, gula darah meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 1 atau diabetes bergantung insulin). Jika pankreas menghasilkan insulin tetapi insulin tidak bekerja dengan tepat, maka gula darah juga meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 2 atau diabetes tak bergantung insulin), namun apapun bila kedua bentuk tersebut tidak terkelola dengan baik maka keduanya tetap mengancam organ organ tubuh termasuk ginjal.
Pengendalian Berat Badan
- Blog
- /
- 09/01/2021
Sebagaimana dijelaskan pada Menentukan Risiko Hipertensi berdasarkan Ukuran Pinggang dan Pinggul, kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk mendapatkan penyakit hipertensi. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk menurunkan berat badan. Berikut ini dijelaskan bagaimana hubungan pengendalian berat badan dan hipertensi serta bagaimana panduan untuk menurunkan berat badan untuk kesuksesan pengelolaan hipertensi. Prinsip penurunan berat badan Jangan melakukan usaha penurunan berat badan dalam tempo cepat, tidak ada jalan pintas dalam hal ini. Penurunan berat yang dianggap aman sebesar 1 pound (1/2 kg) per minggu. Ikuti saran dokter. Anda mungkin akan dirujuk ke ahli diet dan di situ akan mendapat lebih banyak informasi di antaranya: tentang makanan sehat, pembacaan label, persiapan makanan, dan program latihan.
Menentukan Risiko Hipertensi berdasarkan Ukuran Pinggang dan Pinggul
- Blog
- /
- 05/01/2021
Bagi yang belum tahu, tampaknya tidak terpikir kalau ukuran pinggang dan pinggul bisa dijadikan sebagai pijakan untuk menghitung resiko hipertensi. Sebenarnya cukup sederhana hubungan untuk melogikan hal tersebut. Prinsipnya terkait ketebalan lemak yang melebihi proporsi normal di tempat tersebut (umumnya pada orang gemuk) akan membuah kan masalah yaitu terjadinya peningkatan oksidasi dengan hasil berupa terangsangnya hormon siaga (hormon katekolamin yang mempercepat kerja jantung dan mengkonstraksikan kapiler pembuluh darah hingga akhirnya meningkatkan tekanan darah dan juga peningkatan hormon stres lainnya yang bekerja kronis secara bersama sehingga menghasilkan radikal bebas yang merusak pembuluh darah dan organ hormon lain seperti kelenjar pankreas).
Pembatasan Garam untuk Mengatasi Hipertensi
- Blog
- /
- 28/12/2020
Ada sikap bijak mengatakan dalam hal makan: boleh menikmati makanan asal wajar, juga harus bisa mengimbangi dengan olah raga teratur bahkan sekiranya perlu menyudahi sebelum muncul kontraproduktif. Kalau terasa akan kewalahan maka segera membatasinya. Inilah yang harus dipahami. Bahwa sebaik-baik mesin biologi tubuh seseorang tetap saja berlaku hal tersebut apalagi kalau persediaan kapasitas fungsional mesin tubuh seseorang sudah pada level pas pasan (organnya mulai terganggu). Adapun yang akan dibahas dalam hal ini adalah suatu elemen makanan yang membuat rasa nikmat --garam dengan rasa asinnya. Ketika ada dalam tubuh, garam tersebut akan disesuaikan hingga tidak boleh lebih atau kurang. Dalam hal asupan garam berlebih, maka hal itu bisa mengakibatkan hipertensi. Namun kondisi munculnya hipertensi ini sangat bervariasi mengingat sensitivitas seseorang terhadap garam natrium atau sodium berbeda-beda.
Diet Rendah Protein Berpengaruh pada Kesehatan Ginjal yang Digambarkan pada Model Jaringan Ginjal Mencit
- Blog
- /
- 07/06/2020
Makanan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan pertumbuhan. Malnutrisi adalah gangguan nutrisi yang disebabkan oleh kekurangan protein atau kalori, yang sering disertai dengan kekurangan nutrisi lain. Definisi WHO untuk kekurangan gizi adalah ketidakseimbangan antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh untuk mendukung pertumbuhan, maintenace, dan fungsi spesifik. Kekurangan asupan makanan akan menyebabkan gizi buruk yang berbahaya, terutama pada anak-anak. Resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan pentingnya nutrisi dan penting untuk anak-anak. Malnutrisi pada anak-anak bahkan dapat dimulai di dalam rahim. Karena itu, menu diet seorang ibu haruslah dikelola dengan mengonsumsi keseimbangan makanan yang bergizi selama masa kehamilan. Jika terjadi malnutrisi, kelahiran berat badan akan rendah atau abnormal. Dalam kasus kekurangan gizi pada masa bayi, anak akan memiliki kecenderungan untuk mengalami berbagai penyakit kronis pada usia dewasa, seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.