Menentukan Risiko Hipertensi berdasarkan Ukuran Pinggang dan Pinggul


 

Bagi yang belum tahu, tampaknya tidak terpikir kalau ukuran pinggang dan pinggul bisa dijadikan sebagai pijakan untuk menghitung resiko hipertensi. Sebenarnya cukup sederhana hubungan untuk melogikan hal tersebut. Prinsipnya terkait ketebalan lemak yang melebihi proporsi normal di tempat tersebut (umumnya pada orang gemuk) akan membuah kan masalah yaitu terjadinya peningkatan oksidasi dengan hasil berupa terangsangnya hormon siaga (hormon katekolamin yang mempercepat kerja jantung dan mengkonstraksikan kapiler pembuluh darah hingga akhirnya meningkatkan tekanan darah dan juga  peningkatan hormon stres lainnya yang bekerja kronis secara bersama sehingga menghasilkan radikal bebas yang merusak pembuluh darah dan organ hormon lain seperti kelenjar pankreas).

Maka, menjadi wajar jika Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko juga untuk mendapatkan penyakit jantung. Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian orang yang kelebihan berat badan akan berisiko lebih besar terhadap penyakit yang berkaitan dengan obesitas (salah satu nya hipertensi di antara sekelompok nya yaitu resiko diabetes, dislipidemia, asam urat, gagal ginjal kronis). Dengan demikian menjadi mudah dalam memahami cara menenentukan risiko  hipertensi berdasar kan ukuran pinggang dan pinggul. 

Kemudian perhatikan lagi, diantara orang gemuk, mana yang lebih berisiko penyakit jantung-pembuluh darah? 

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka lihatlah distribusi lemaknya di bagian tubuh mana lemak yang banyak tertimbun.

Jika orang dengan lemak yang terkonsentrasi di pinggang dan perut sehingga orang tersebut berbentuk seperti ”apel”, berarti yang bersangkutan lebih mungkin mendapat tekanan darah tinggi daripada kelebihan lemak yang berlokasi pada paha atau pantat bak buah ”pir”.

why-is-it-important-for-me-to-know-my-waist-to-hip-ratio-apple-vs-pear.jpgSumber: https://mport.com/blog/why-is-it-important-for-me-to-know-my-waist-to-hip-ratio/

 

Untuk mengestimasi perut Anda berbentuk buah apel atau pir, maka tentukan distribusi lemak tubuh dengan cara menghitung rasio pinggang terhadap pinggul (WHR). Nilai WHR lebih dari 0,9 pada pria dan 0,8 pada wanita dihubungkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung-pembuluh darah. WHR dapat diukur dengan persamaan berikut.

WHR = (ukuran pinggang)/(ukuran pinggul)

Informasi detil risiko hipertensi dan penyakit jantung-pembuluh darah dapat dilihat pada tabel berikut: 

waist-to-hip-ratio.png

 

Contoh:

Hasil pengukuran lingkar pinggang tepat di atas tulang pinggul sebesar 96 cm dan hasil pengukuran lingkar pinggul pada bagian penonjolan terbesar (bokong ) Anda sebesar 102 cm. Maka hasil WHR didapat dengan cara membagi lingkar pinggang dengan lingkar pinggul Anda menjadi seperti ini:

WHR = (ukuran pinggang)/(ukuran pinggul) = 97 cm /101 cm = 0,96.

Nilai WHR pada contoh tersebut sebesar 0,96, yang berarti berisiko terhadap hipertensi dan penyakit jantung-pembuluh darah.

 

Suatu panduan merekomendasikan bahwa semua orang dewasa menargetkan pada indeks masa tubuh (IMT) 20-25, dan semua orang yang kelebihan berat yang diterapi hipertensinya, disarankan mengurangi beratnya. IMT menggabungkan tinggi dan berat untuk menilai kadar lemak seseorang. Untuk lebih jelasnya Anda harus mendiskusikan dengan dokter Anda berapa berat yang sehat untuk Anda. [].