Pembatasan Garam untuk Mengatasi Hipertensi


Ada sikap bijak mengatakan dalam hal makan: boleh menikmati makanan asal wajar, juga harus bisa mengimbangi dengan olah raga teratur bahkan sekiranya perlu menyudahi sebelum muncul kontraproduktif. Kalau terasa akan kewalahan maka segera membatasinya. Inilah yang harus dipahami. Bahwa sebaik-baik mesin biologi tubuh seseorang tetap saja berlaku hal tersebut apalagi kalau persediaan kapasitas fungsional mesin tubuh seseorang sudah pada level pas pasan (organnya mulai terganggu).

Adapun yang akan dibahas dalam hal ini adalah suatu elemen makanan yang membuat rasa nikmat --garam dengan rasa asinnya. Ketika ada dalam tubuh, garam tersebut akan disesuaikan hingga tidak boleh lebih atau kurang. Dalam hal asupan garam berlebih, maka hal itu bisa mengakibatkan hipertensi. Namun kondisi munculnya hipertensi ini sangat bervariasi mengingat sensitivitas seseorang terhadap garam natrium atau sodium berbeda-beda. Lagian, tidak ada cara praktis untuk mengetahui apakah tekanan darah seseorang akan berespon pada penurunan asupan sodium (natrium). Maka dari itu sangatlah tepat menerapkan sikap bijak, nikmati-imbangi-batasi sebelum semuanya menjadi kurang menguntungkan. 

Dalam diet kita yang mengandung natrium sudah jauh melebihi kebutuhan tubuh, maka sudah sewajarnya asupan rendah garam dibudayakan.

Di Amerika sendiri, hal tersebut sudah menjadi program nasional lewat kampanye pembatasan natrium yang tidak lebih dari 2400 miligram setiap hari untuk semua penduduknya.

Mengurangi natrium sangat penting pada penderita hipertensi dengan harapan cara ini dapat menurunkan tekanan darah. Berdasarkan penelitian, penurunan 2,4 gram sodium atau 6 gram sodium chloride dapat menurunkan tekanan darah sebesar 11,4/5,5 mmHg setelah 8 minggu program diet dilakukan.

 

Kombinasi pembatasan natrium dan perubahan gaya hidup akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan:

  1. Anda yang hipertensi jadi tidak perlu obat-obatan lagi.
  2. Kalaupun Anda sudah menggunakan obat-obatan hipertensi, obat-obatan tersebut akan menjadi lebih efektif dalam menurunkan tekanan darahnya bahkan mungkin turun dosis atau jumlah jenis obat hipertensi yang dibutuhkan berkurang. Kebiasaan pengecapan suka garam akibat kebiasaan yang didapat ini akan berkurang banyak setelah dilakukan penyesuaian beberapa bulan pembatasan asupan.

 

Adapun caranya dalam membuat perubahan permanen pada diet Anda, sebagai berikut:

  1. Biasakan asupan rendah garam hingga membuat Anda terbiasa dengan rasa makanan alami. Usahakan hal itu sampai Anda mungkin terkejut betapa enaknya rasa tomat segar tanpa garam atau ikan segar dalam cuka.
  2. Hindari penambahan garam pada makanan yang disajikan di meja. Jika Anda ingin menambahkan rasa ke makanan pakailah sejumlah bumbu dan rempah yang dapat Anda gunakan.
  3. Pilihlah makanan segar atau beku dari pada yang dikaleng atau dikemas. Ingat, semakin sedikit makanan itu diproses, semakin sedikit natrium yang dikandungnya. Contoh: dada ayam segar yang dipanggang akan lebih baik daripada nugget ayam.
  4. Perhatikan bahan-bahan terdaftar sesuai urutan jumlah yang digunakan dalam produk. Informasi nutrisi diberikan untuk produk yang dijual. Itu tidak termasuk bahan yang ditambahkan untuk melengkapi produk seperti telur yang ditambahkan pada campuran kue, misalnya.
  5. Mulailah terbiasa membaca label produk makanan untuk menentukan jumlah natrium yang sudah ditambahkan dalam makanan yang kita makan. Jangan lupa bahwa tujuan membaca label adalah untuk menghindari kita dari garam berlebih atau komponen natrium berlebih yang ditemukan dalam produk makanan.
  6. Jika ternyata ada daftar bahan-bahan yang mengandung dua atau lebih sumber natrium, maka hindarilah membelinya. Contoh: Produk ini mengandung: ayam, bumbu rempah, roti pelapisnya mengandung tepung yang dimodifikasi, minyak sayur terhidrogenasi, baking powder, susu padat, putih telur yang dikeringkan, garam dan monosodium glutamat.

 

Sumber: Membonsasi Hipertensi

Source:
Keywords