[Buku Hipertensi] Organ Penting untuk Menjaga Tekanan Darah


Rumah Ginjal - Menjaga tekanan darah selalu normal merupakan hal yang sangat penting. Menurut Prof. Djoko Santoso pada bukunya yang berjudul Membonsai Hipertensi, menyatakan bahwa organ penting untuk menjaga tekanan darah (tensi) selalu normal, setidaknya ada 5, yaitu:

  • Jantung
  • Pembuluh Darah Arteri
  • Otak dan Sistem Syaraf Otonomik (syaraf kehidupan)
  • Ginjal, dan 
  • Sebagian Hormon

 

Jantung

Kerja jantung berupa pompa ganda. Satu pompanya dari jantung kanan dan satu pompanya dari jantung kiri. Masing masing bekerja secara pararel. Gerakan pompa tersebut diperlukan untuk menimbulkan suatu tekanan untuk mendorong darah mengalir ke pembuluh darah arteri besar (aorta) yang akan disebarkan ke seluruh tubuh.

Jantung kanan menerima darah dari seluruh bagian tubuh melalui dua pembuluh balik besar (vena cava superior dan inferior), kemudian darah yang baru saja mengantarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh tersebut dialirkan menuju paru.
Sampai di kantong udara paru (alveoli), darah ini mengambil oksigen lagi dan membuang CO2. Untuk selanjutnya darah meninggalkan paru dan kembali ke jantung masuk ke serambi kiri. Dari serambi kiri ini darah dipompa melalui aorta, yaitu pembuluh darah terbesar dalam tubuh. Semakin berat kerja jantung dalam memompa darah, maka semakin besar pula daya yang diterima pembuluh arteri.

Intinya, jantung menerima darah dari pembuluh balik (vena) kemudian memompanya ke paru, lalu menerimanya kembali dari paru dan memompanya lagi ke seluruh tubuh melalui arteri. Siklus tersebut di atas berulang ribuan kali perharinya. Masing-masing bagian jantung ini saling bekerjasama menciptakan fungsi yang serasi.

 

Pembuluh Darah Arteri

Pembuluh darah arteri yang berkontribusi pada kontrol tekanan darah ini, dilengkapi struktur yang memantau aliran darah dan mengirim sinyal darah. Fungsinya untuk mengontrol tekanan darah, mengakomodasi arus aliran darah perdenyut jantung dan membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh organ tubuh.

Sifat elastis secara alamiah dari dinding arteri ini yang dapat melebar dan mengkerut ketika dilalui darah, membawa konsekuensi semakin konstan elastisnya akan semakin lancar jalannya aliran darah dan makin sedikit tekanan pada dinding arteri. Namun, jika arteri kehilangan elastisitasnya atau menyempit, semakin tidak lancar pula aliran darah, sehingga dibutuhkan lebih banyak tenaga untuk mendorong aliran darah melewati arteri ini.

Konsekuensi berikutnya adalah ketika dibutuhkan, dinding pembuluh darah ini dapat melebar hingga menaikkan aliran darah ke organ, atau menyempit dengan maksud agar terjadi relokasi distribusi darah pada tempat yang paling membutuhkan. Sebagai contoh, saat kita makan, darah dialihkan ke usus untuk membantu pencernaan. Ketika kita berolahraga, darah dialihkan ke otot yang aktif bergerak, sementara saat yang sama jumlah darah yang cukup untuk otak dan organ vital lain tetap terjaga jumlahnya.

 

Otak dan Sistem Syaraf Otonomik (Syaraf Kehidupan)

Sebagai pusat kendali tekanan darah, otak dan sistem saraf kehidupan (otonom) akan mengarahkan organ-organ lain dalam respon terhadap permintaan dan kebutuhan tubuh. Otak bereaksi dan memberi sinyal untuk melepas hormon dan enzim yang mempengaruhi fungsi jantung, pembuluh darah dan ginjal. Serabut sarafnya membawa pesan (sinyal) dari berbagai bagian tubuh yang diteruskan ke otak tentang kondisi tekanan darah, volume darah dan kebutuhan khusus semua organ. Informasi (pesan) tadi diproses di otak dan hasilnya (respon balik) dikirimkan kembali melalui jalur saraf lain. Informasi balik berjalan melalui jaras (jaringan) saraf dari otak menuju suatu organ (termasuk pembuluh darah) sedemikian hingga terjadi penyempitan atau pelebaran pembuluh darah. Proses tersebut bersifat otomatis, tanpa disadari.

 

Ginjal

Sebagai makhluk yang hidup di luar laut, organ ginjal kita dirancang untuk membantu kita bertahan hidup. Organ ini mampu menjaga jumlah garam dan air yang dibutuhkan, juga mampu menyingkirkan kelebihan cairan dan zat buangan tubuh. Kemampuan fungsinya dalam mengatur jumlah natrium (garam) yang disimpan tubuh, juga kemampuannya menga tur volume air dalam tubuh yang didukung oleh natrium yang bersifat menahan air, menjadikan organ ini ditugasi secara alamiah untuk mengatur tekanan darah. Karena itu kondisi semakin banyak natrium dalam tubuh semakin banyak pula air di dalam darah, akan didapati pada penderita gagal ginjal. Kelebihan air di dalam darah ini akan mening katkan tekanan darah.

 

Hormon

Kelenjar penghasil hormon terkait tekanan darah meliputi: hormon, enzim, dan zat-zat yang mempengaruhi tekanan darah.

Kelenjar adrenal penghasil hormon.

Kelenjar ini terletak di atas ginjal yang bertugas untuk membuat hormon yang dapat menaikkan tekanan darah.
Macam hormonnya:

  1. Hormon kortison
  2. Adrenalin
  3. Aldosteron

 

Kelenjar tiroid penghasil hormon

Kelenjar ini terletak di leher. Salah satu tugasnya sebagai penghasil hormon tiroksin, yang juga berhubungan dengan pengendalian tekanan darah.

 

Hormon ANP (Antinatriuretik Peptid)

Hormon ini dibuat oleh jantung. Ketika hormon antinatriuretik peptid dikeluarkan berlebihan, ginjal gagal menyingkirkan kelebihan garam dari darah ke urin sehingga akan terjadi peningkatan tekanan darah diluar kontrol.

 

Sumber: [Buku Hipertensi] Membonsai Hipertensi

Source: http://rumahginjal.id/rumah-ginjal-membonsai-hipertensi
Keywords:

rumah ginjal surabaya, rumah sakit ginjal di penang malaysia, pengobatan gagal ginjal, dokter ginjal terbaik di penang, gejala gagal ginjal kronis, dokter ginjal terbaik di indonesia, dokter ginjal terbaik di malaysia, pengalaman berobat ginjal di penang, buku hipertensi pdf, buku hipertensi terbaru, ebook hipertensi, hipertensi menurut who 2017, jurnal hipertensi, hipertensi pdf 2017, daftar pustaka hipertensi terbaru, google book, hipertensi pdf 2017, penatalaksanaan hipertensi pdf, hipertensi pdf 2016, hipertensi pdf jurnal, makalah hipertensi pdf, hipertensi menurut who 2017 pdf, patofisiologi hipertensi pdf, hipertensi menurut who terbaru, jurnal hipertensi terbaru pdf, hipertensi menurut depkes, hipertensi menurut who 2017 pdf, hipertensi menurut who pdf, buku hipertensi pdf, referensi buku tentang hipertensi, hipertensi adalah pdf, hipertensi menurut who 2015, hipertensi menurut who 2017 pdf, prevalensi hipertensi menurut who 2017, definisi hipertensi menurut who 2017, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017, prevalensi hipertensi di indonesia tahun 2017, hipertensi menurut who terbaru, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017 pdf, hipertensi menurut depkes, jurnal hipertensi terbaru, jurnal hipertensi 2017, jurnal hipertensi terbaru pdf, jurnal hipertensi 2016 pdf, skripsi jurnal hipertensi, jurnal hipertensi 2014 pdf, jurnal hipertensi pada lansia, jurnal hipertensi terbaru 2017, hipertensi menurut who 2017 pdf, jurnal hipertensi terbaru pdf, hipertensi menurut who pdf, jurnal hipertensi 2016 pdf, jurnal hipertensi 2017 pdf, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017, daftar pustaka hipertensi 2017, daftar pustaka hipertensi menurut who, daftar pustaka hipertensi pdf, daftar pustaka makalah hipertensi, daftar pustaka hipertensi pada lansia, lp hipertensi, daftar pustaka who 2013 hipertensi, daftar pustaka who 2015 hipertensi, google book download, google book indonesia, google book downloader apk, google book downloader online, google book downloader free download, google bookstore, google play book, cara download buku di google book di android



Comments