Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis


Artikel ini merupakan lanjutan pembahasan dari topik sebelumnya yaitu mengenal malnutrisi pada ginjal kronis. Inti bahasan ini berfokus tentang peran nutrisi yang paling penting untuk diperhatikan pada mereka dengan penyakit ginjal kronis dan keluarga yang merawatnya. 

Asupan nutrisi yang penting untuk mereka konsumsi dimaksudkan dengan tujuan agar fungsi ginjalnya tetap bertahan tanpa mengesampingkan pentingnya peran obat yang diminumnya dan peran pola hidup sehat yang sudah dimodifikasi. Berbagai referensi melaporkan bahwa ada keterkaitan erat antara hubungan diet dan progresifitas Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Artinya ketika diet pada mereka dengan PGK tidak dikelola dengan baik maka fungsi ginjal akan menurun dengan cepat meskipun sudah dilakukan berbagai upaya seperti pemberian obat-obat, penerapan pola hidup yang sudah dimodifikasi. Jadi semua hal tersebut harus berjalan secara komprehensif. 

Dengan demikian upaya bersama tersebut akan diharapkan bisa memperbaiki fungsi ginjal dari ancaman keterpurukan. Namun hal tersebut tidaklah mudah untuk mereka dalam menerapkannya. Untuk itu padanya masih dibutuhkan program follow up, pengaturan kembali terkait implementasinya. Agar semakin paripurna dalam mencapai tujuan yang diinginkan mereka perlu disadarkan tentang adanya suatu permasalah besar. Adapun problem besar tersebut terkait dengan berkembangnya penyakit ginjal menuju end stage (tingkat akhir) yang didasari oleh ketidakmampuan ginjal dalam mengeluarkan racun-racun metabolism (urea darah [BUN], kreatinin, dan air) serta ketidakseimbangan elektrolit (natrium, kalium, kalsium, dan fosfat). Itulah mengapa modifikasi diet yang diresepkan dokter memegang peran besar dalam hal ini. Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari adanya indikasi jelas dan soal keuntungan pasiennya.

Sebelum melakukan modifikasi diet, dokter atau praktisi perlu terlebih dahulu mengidentifikasi sumber-sumber diet yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral khusus (makronutrien seperti natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan mikronutrien seperti Fe-besi, Zinc) serta air. Semua zat dan komponen tersebut harus dipertimbangkan untuk ditambah (suplementasi) atau justru dibatasi (restriksi).  Agar pasien memahami peran besar dari diet yang dikonsumsi tiap harinya, dokter perlu menjelaskan rekomendasi jumlah diet protein, natrium (garam), air, kalium, kalsium, fosfat, dan vitamin larut air pada mereka. 

Maka dari itu semua tidaklah heran kalau para praktisi kesehatan sangat memperhatikan peran penting kandungan nutrisi untuk mereka dengan penyakit ginjal kronis dan keluarga yang merawatnya. Semoga bisa dipahami dan diresapi sebelum membahas kandungan-kandungan nutrisi yang penting terkait penyakit ginjal kronis.

Prof. Djoko Santoso
Guru Besar FK Universitas Airlangga

 

Sumber gambar: https://www.alomedika.com/bagaimana-diet-untuk-orang-dengan-penyakit-ginjal-kronis

Source:
  • Tags:
Keywords:



Comments