Bahaya Asam Urat Merusak Ginjal


Salah satu permasalahan kesehatan yang sering kali dihadapi pada usia 30 tahun ke atas adalah kadar asam urat yang tinggi. Permasalahan ini sering kali baru diketahui ketika kontrol kesehatan di klinik atau fasilitas kesehatan terdekat. Kadar asam urat yang tinggi juga kerap menimbulkan gejala seperti nyeri bengkak pada persendian atau perasaan kaku. Selain keluhan tersebut, ternyata asam urat ini dapat pula menyebabkan kerusakan ginjal. Bagaikan siklus yang tidak bisa diputus, kerusakan ginjal juga menyebabkan pembuangan asam urat ditubuh terganggu dan berakibat terjadi timbunan. Oleh karena itu,  menjadi hal yang penting untuk mengetahui keterkaitan antara kadar asam urat darah dan kesehatan ginjal kita.

Asam urat sejatinya merupakan zat sisa buangan yang dikeluarkan oleh tubuh. Dalam kondisi tubuh yang baik, zat ini normalnya akan dibuang oleh ginjal dan kadarnya di dalam darah akan dijaga dalam kondisi normal yaitu 3,5-7,0 mg/dL untuk pria dan 2,5-6,0 mg/dL untuk wanita. Bila produksi asam urat meningkat karena berbagai sebab maka dapat terjadi gejala penumpukan asam urat dalam tubuh. Peningkatan produksi ini dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung purin berlebih atau adanya penghancuran sel berlebih di tubuh. Bila kondisi ginjal kita sehat maka asam urat seharusnya tidak tertimbun dan dibuang lewat urin. Namun karena produksi yang berlebih atau pembuangan yang buruk oleh ginjal, maka tingginya kadar asam urat bisa membentuk kristal atau endapan dan tentunya membahayakan bagi tubuh. 

Asam urat bisa terbentuk akibat hasil metabolisme asam nukleat yang bisa ditemukan pada DNA dan RNA di semua sel tubuh kita. Hasil metabolisme asam nukleat ini akan diubah oleh enzim xantine oxidase menjadi asam urat. Karena ditemukan pada hampir semua inti sel, pada kasus pasien dengan kanker yang menjalani kemoterapi, hancurnya sel-sel yang begitu masif dan cepat menyebabkan kadar asam urat meningkat. Namun, pada umumnya penyebab kadar asam urat yang tinggi adalah pola diet kita sendiri. 

Beberapa makanan yang sehari-hari kita makan mengandung kadar purin yang tinggi (https://www.verywellhealth.com/uric-acid-foods-5093036) dan dapat menyebabkan peningkatan asam urat dalam darah. Jenis makanan yang dimaksud meliputi daging merah dan jeroan seperti hati, otak, babat, paru, limpa, jantung, dan ampela. Sebagai contoh hati ayam mengandung 300 mg purin per 100 gram beratnya sedangkan sapi 200 mg tiap 100 gram. Selain itu, makanan laut (seafood) juga memiliki kadar purin yang cukup tinggi seperti ikan sarden, makarel, udang, kerang, dan ikan teri. Dari antara semua jenis makanan yang disebutkan sebelumnya, ikan teri memiliki kadar purin yang tertinggi hingga mencapai 1.100 mg per 100 gram beratnya. Jenis-jenis makanan berikut perlu diwaspadai dan dihindari agar tidak menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Hiperuresemia atau kadar asam urat berlebih dianggap sebagai faktor risiko penyebab progresivitas penyakit ginjal. Sebuah studi yang mengikutsertakan 3885 orang dengan penyakit ginjal kronis stadium 2-4 melaporkan bahwa asam urat merupakan faktor risiko independen untuk gagal ginjal pada penyakit ginjal kronis tahap awal, dan memiliki hubungan 'berbentuk huruf J' dengan kematian pada penyakit ginjal kronis (Srivastava dkk. 2019, Am J Kidney Dis). Jika asam urat mengalami supersaturasi dan kristalisasi dalam urin maka akan terbentuk batu saluran kencing (BSK) sehingga menghambat sistem sekresi dan ekskresi dari fungsi ginjal. Eksresi asam urat dalam urin bergantung pada beberapa faktor seperti kadar asam urat dalam darah, laju filtrasi glomerulus, dan sekresi asam urat oleh epitel sel tubulus ginjal ke dalam urin. Asam urat kurang mengalami saturasi pada suasana urin yang asam. Ketika pH urine naik maka asam urat tidak mengalami kristalisasi dan tidak akan membentuk batu. Batu asam urat yang terbentuk bisa menyumbat saluran kecing dan menghambat aliran urin sehingga terjadi timbunan. Timbunan urine ini akan berakibat mengembangnya ginjal dan ureter yang disebut sebagai hidronefrosis dan hidroureter. Kondisi ini menyebabkan kerusakan ginjal yang akut dan berbahaya bagi keselamatan ginjal kita tercinta. Menariknya, studi menunjukkan bahwa ketika hewan laboratorium dengan penyakit ginjal kronis dibuat hiperurisemia, penyakit ginjal yang sebelumnya telah ada menjadi lebih progresif meskipun tidak terjadi pembentukan kristal di ginjal. Hal ini berarti asam urat dapat berperan baik dalam menyebabkan kerusakan ginjal akut melalui pembentukan kristal urat maupun kerusakan ginjal kronis diantaranya melalui aktivasi stres oksidatif dan disfungsi endotel yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraglomerular dan sistemik, disertai dengan peningkatan tahanan pembuluh darah ginjal serta penurunan aliran darah ginjal (Johnson dkk. 2013, Nephrol Dial Transplant). 

Pada saat fungsi ginjal sudah menurun karena gagal ginjal, maka kondisi ini menyebabkan fungsi ginjal untuk membuang metabolit asam urat menurun, sehingga terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh. Sehingga pengobatan dan penatalaksanaan untuk penyakit ginjal yang diderita, dapat membantu menurunkan resiko gangguan pembuangan zat racun dalam tubuh, salah satunya asam urat. Jika tubuh kita tidak dapat membuangnya melalui ginjal, maka akan terjadi penumpukan kristal asam urat dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan komplikasi nyeri sendi atau batu ginjal.

Dengan demikian, pencegahan penyakit ginjal dengan pola hidup sehat dan mencegah konsumsi makanan yang mengandung purin berlebih dapat menjadi langkah penting untuk kita mencegah terjadinya gangguan dalam tubuh kita. Bila anda merasakan keluhan nyeri sendi yang ditunjang dengan hasil laboratorium darah asam urat yang tinggi, maka konsultasikan dengan dokter anda untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dokter akan memberikan informasi dan saran serta perawatan yang Anda butuhkan untuk membantu mengurangi keluhan ini.

 

Djoko Santoso
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,
Ketua Badan Kesehatan MUI Provinsi Jatim

 



Comments