Flu yang Bukan Covid-19 pun, Bisa Fatal bagi Penderita dengan Cuci Darah Regular


 Rumah Ginjal - Bagi orang sehat, datangnya musim flu tidaklah menjadi hal utama dibandingkan dengan kelompok rentan. Namun bukan berarti hal itu tidak berisiko fatal. Coba jika kondisi tubuh mengalami kelelahan hebat, kan bisa berakibat fatal.  Maka dari itu memperhatikan disiplin pola hidup sehat secara umum tetap berlaku pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, apalagi kondisi pandemik saat ini. Namun dalam kesempatan ini, bahasan berikut ini ditekankan pada kelompok rentan dengan penyakit gagal ginjal yang menjalani dialisis regular. 

Studi baru yang disitir oleh Ankur Banerjee 22 februari 2019 di harian Reuters, dikatakan bahwa angka kematian meningkat untuk pasien yang menjalani dialisis ketika musim influenza menyebar di masyarakat. Di AS, peningkatan angka tersebut tidak tanggung-tanggung dalam satu tahun rata-rata, infeksi saluran nafas akut yang parah ditaksir berkontribusi lebih dari seribu kematian di antara orang-orang dengan gagal ginjal stadium akhir. Dave Gilbertson dari Minneapolis Medical Research Foundation di Minnesota menaksir bahwa hal tersebut sangat terkait erat dengan musim sebangsa flu. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. Amerika Serikat (tahun 2000 -2013), dibandingkan dengan pola pada musim panas, peningkatan sekitar 1 persen pada flu dan sejenisnya di musim gugur dikaitkan dengan peningkatan 1,5 persen dalam kematian di antaranya pasien gagal ginjal. Dan di musim dingin, diperkirakan 1 persen peningkatan infeksi pernapasan ini dikaitkan dengan peningkatan 2 persen kematian pasien ginjal.

Sekalipun disebutkan bahwa penyakit seperti flu mungkin bukan penyebab langsung kematian, tetapi adanya serangan flu menjadikan pemberat pada penyebab kematian lainnya. Mengapa demikian? Hal ini mengingat flu sendiri akan menjadikan imun tubuh kedodoran dalam dalam menghadapi infeksi lain atau bahkan terhadap kejadian kardiovaskular yang melekat pada tubuhnya. Sementara pada penderita gagal ginjal, sisa racun yang senantiasa tidak terkeluarkan seluruhnya oleh penanganan cuci darah akan menurunkan kualitas sistem pertahanan tubuh dan menyebabkan banyak gangguan metabolisme hingga semakin meningkatkan akumulasi metabolit yang mengganggu fungsi system pertahanan tubuhnya.

Demikian juga, organ penting lainnya yang mendukung system pertahanan tubuh ikut juga tidak bisa efektif bekerja sebagai akibat terekspos racun kronis ini. Belum lagi jika ada gangguan tidur yang tentu akan memberikan nilai kontraproduktif untuk tubuhnya. Ujung akhirnya, semua itu akan mempengaruhi prognosis dan kualitas hidupnya.  Ketika tubuh merka terserang flu, infeksi sekunder pun (oleh karena bakteri)  sering menumpanginya sehingga bisa menjadikan infeksi semakin berat bahkan menjadikan gagal beberapa organ penting seperti jantung, otak, paru, saluran pencernaan. Dan ini bisa menyebabkan fatal padanya. Maka dari itu, tetap jangan lupa memprioritaskan prinsip mencegah  sanantiasa lebih baik sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi. 

Lalu strategi yang bagaimana bisa dilakukan padanya? Secara umum sebagai bagian strategi pencegahan, pemberian Vaksin flu sangat memberikan peluang membantu melindungi tubuh mereka. Ini merupakan payung selama musim flu. Dan hal ini pun juga bisa berlaku pada kelompok rentan lainnya seperti  orang tua, dan orang-orang dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes, penyakit gangguan sendi dan sejenis lainnya. Melalui vaksinasi ini menjadikan tentara tubuh dan sistem penunjangnya akan diajari melawan dan membinasakan virus flu secara umum. Dengan cara ini, tentara tubuh akan cepat mengenal virus flu di kemudian hari saat awal masuk menginfeksi tubuhnya. Tentu saja dalam memberikan program ini, dokter  akan memperhitungkan prinsip prinsip tepat indikasi, tepat dosis pemberian, tepat vaksin yang diberikan, tepat cara pemberiannya, tahu betul efek samping dari yang diberikan. Contoh saja, untuk mereka yang mengalami gangguan fungsi kekebalan tubuh, pemberian vaksin mungkin kurang efektif bagi mereka. Maka strategi nya, program ini ditangguhkan sementara waktu hingga sistem imunnya siap untuk menerima program ini. 

Inilah yang harus dipahami dan ditularkan ke lainnya tentang bahayanya sakit flu secara umum. Dengan demikian diharapkan bisa mengurangi potensi fatalitas dari serangan flu terhadap penderita dengan cuci darah regular. Lain itu, ini juga bisa menjadikan pengingat: jangan menyederhanakan sakit flu khususnya untuk kelompok gagal ginjal dengan cuci darah regular. Semoga dengan munculnya pemahaman ini akan menjadi lebih bersemangat.

Salam sehat selalu!

 

Sumber gambar: bbc.com