Pesan Sekelumit tentang Penyakit Ginjal Kronis di Tengah Kita


Rumah Ginjal – Berbicara soal gagal ginjal kronis, kebanyakan kalangan publik sudah ketakutan awal akan bayangan cuci darah. Hal ini sangat wajar karena banyak cerita yang tentu setiap orang tidak ingin mengalaminya. Dan tentu juga melalui kesempatan ini kita tunjukan lebih awal rasa empati kita dan kita semangati dalam ridho Ilahi bagi saudara kita yang menjalani cuci darah reguler (berkelanjutan) sehingga selalu tetap semangat. Hal ini tidak berlebihan karena sesungguhnya dengan cuci darah yang terstandar, mereka akan mendapatkan kondisi optimal sepanjang didukung oleh berbagai pihak. Sedang bagi kita rerata sehat ginjal sebaiknya selalu tetap waspada dalam merawat ginjal yang menakjubkan ini agar terhindar dari penyakit ginjal kronis. Dengan demikian kita bisa ikut  berperan dalam meminimalisir kejadian penyakit ginjal kronis. 

Untuk diketahui bahwa penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjalnya menurun. Menurun dalam hal ini tidak harus kreatinin darah meningkat dari angka normal. Namun, apabila  ditemukan, misal kebocoran protein dari 3x pemeriksaan berbeda waktu dalam periode 3 bulan pun dalam hal ini sudah di sebut penyakit ginjal kronis. Atau bisa juga ditemukan adanya batu pada saluran perkencingan dari hasil pemeriksaan USG maka itu juga sudah termasuk penyakit ginjal kronis. 

Adapun fungsi utama dari ginjal sudah sering disebutkan pada artikel-artikel sebelumnya. Penurunan fungsi ginjal ini seiring dengan bertambahnya usia (menuju senja). Yang ini disebut dengan penurunan fisiologis. Contoh jelasnya, fungsi ginjal pada usia muda normalnya 100% dan yang tua (usia 70 tahun misal) normalnya 60-70 persen. Keduanya secara fisiologis tetap mempunyai fungsi optimal  dari organ ginjalnya. 

Lalu, bagaimana yang dimaksud dengan penurunan yang patologis? Pada konteks patologis, penurunannya tentu di luar koridor fisiologis. Contoh, kondisi tubuhnya ada hipertensi, diabetes, obesitas, dan gangguan ginjal primer (ada bocor protein atau sel darah merah di urin), maka penurunan ini bisa berlangsung terus menerus dan bersifat progresif yang akhirnya disusul dengan penyakit penyerta lainnya seperti penyakit jantung pembuluh darah.

Untuk diketahui, bahwa penyakit jantung pembuluh darah ini merupakan penyebab utama morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (fatalitas) di mana penyakit ginjal kronis dianggap sebagai akselerator risiko dari penyakit jantung pembuluh darah itu sendiri dan faktor risiko penentu untuk kejadian Penyakit jantung pembuluh darah. Artinya, ada hubungan terbalik bertingkat antara risiko Penyakit jantung pembuluh darah dan laju daya saring dari fungsi ginjal itu sendiri. Artinya semakin terganggu fungsi ginjalnya maka semakin beresiko tinggi terjadinya penyakit jantung pembuluh darah. Dan ini tidak pandang bulu apakah terkait pertambahan usia, terkait jenis kelamin, dan terkait faktor risiko lainnya. 

Ini semua akan membawa beban kehidupan menjadi semakin rumit. Maka dari itu, kenali sedini mungkin apa itu ginjal dan berikut fungsinya serta bagaimana cara merawatnya. Dari titik ini kita sudah berperan dalam meminimalisir kejadian penyakit ginjal kronis.  Salam sehat ginjal dari Rumah Ginjal. []

Sumber gambar: Republika.co.id