#Batu Ginjal
Kelebihan Vitamin C, Awas Terkena Batu Ginjal!
- Blog
- /
- 01/10/2022
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Vitamin ini tergolong vitamin larut air yang memiliki berbagai kemanfaatan di tubuh kita. Vitamin ini juga dikenal dengan sebutan asam askorbat yang punya kemampuan untuk menetralkan berbagai radikal bebas di tubuh kita, sehingga masuk dalam golongan vitamin antioksidan. Vitamin C menjadi digandrungi semua orang di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, mengingat perannya dalam menjaga imunitas tubuh yang dibutuhkan untuk beradaptasi secara baik dengan lingkungan yang utamanya saat pandemi ini.
Ini Efek Samping Konsumsi Vitamin C Berlebihan, Wajib Tahu!
- Blog
- /
- 01/10/2022
Vitamin C terkenal memiliki segudang khasiat bagi kesehatan tubuh, salah satunya dapat menjaga imunitas tubuh dari virus yang bertebaran. Karena itu, konsumsi vitamin C di masa sekarang sangatlah meningkat, mengingat virus covid-19 yang belum usai. Tidak sedikit suplemen vitamin c telah menjadi pilihan praktis orang-orang untuk tetap konsumsi vitamin c. Konsumsi suplemen vitamin C dosis dosis berlebihan (seperti 500 mg atau lebih sehari secara teratur) akan menjadi kontraproduktif hasilnya. Terlalu banyak konsumsi vitamin C beresiko tinggi terkena batu ginjal (jenis calcium oksalat) pada sebagian orang (bukti ilmiah telah jelas).
Mengenal Sekelumit Batu Ginjal
- Opini
- /
- 22/07/2022
Hampir semua dari kita mengenal istilah batu ginjal. Istilah tersebut sangat populer dan itu menandakan bahwa kejadian batu ginjal di tengah masyarakat demikian tingginya. Ada studi yang melaporkan bahwa setiap tahun didapatkan hingga lebih dari setengah juta orang pergi ke ruang gawat darurat karena masalah batu ginjal. Di Amerika, diperkirakan satu dari sepuluh orang akan memiliki batu ginjal pada suatu saat dalam kehidupan mereka dan batu ginjal lebih sering ditemukan pada pria. Sedangkan di India, ditemukan sekitar 12 persen orang dengan batu ginjal pada total populasi yang rentan terhadap batu saluran kemih. Dari 12 persen ini, 50 persen populasi sangat terpengaruh oleh kerusakan ginjal, yang bahkan sampai menyebabkan hilangnya ginjal. Rata-rata, kemungkinan di antara kita setidaknya memiliki satu batu ginjal dalam kehidupan kita adalah sekitar 10 persen. Di negara berkembang termasuk Indonesia, kejadian batu semakin sering. Dari gambaran tersebut, maka jelas nampak bahwa kejadian batu ginjal sangat umum.
Ketahui Jenis Batu Ginjal Anda!
- Blog
- /
- 16/08/2019
Rumah Ginjal - Batu ginjal dan saluran kemih adalah masalah yang sering terjadi pada pasien tertentu yang mempunyai faktor risiko. Pasien biasanya mempunyai keluhan nyeri yang hilang timbul pada pinggang atau perut bagian bawah yang biasa menembus ke belakang yang juga sering disertai dengan kencing bewarna merah. Batu ginjal biasanya timbul berulang kali meski sudah dilakukan operasi atau perawatan medis, jadi sebaiknya mengetahui jenis batu ginjal Anda bisa mencegah kekambuhan berulang ini. Apa saja jenis jenis batu ginjal? Jenis batu ginjal yang sering terjadi sekitar 80% adalah batu kalsium, kemudian batu oksalat, batu asam urat, batu struvit dan batu cystine. Batu kalsium adalah batu tersering yang menyebabkan batu ginjal, biasanya juga bergabung dengan molekul lain seperti batu kalsium oksalat, kalsium fosfat. Batu asam urat juga sering menjadi penyebab terutama pasien yang sering dan dalam jumlah besar mengkonsumsi daging merah. Setiap batu mempunyai pencetus dan faktor risiko masing masing.
Kencing Berwarna Merah, Berbahayakah?
- Blog
- /
- 23/07/2019
Rumah Ginjal - Pernahkah Anda saat kencing bewarna merah? Apakah itu memang kencing bewarna merah atau ternyata itu air bercampur darah? Jika Anda salah satu yang mengiyakan pertanyaan di atas maka mari kita simak diskusi dan pembahasan berikut. Apa itu kencing Darah? Kencing bewarna merah sebagian besar terkait kencing darah. Kencing darah yang dalam bahasa kedokteran disebut hematuria merupakan suatu keadaan tidak normal dengan ditemukannya sel darah merah dalam urin. Penampakan kencing darah tidak selalu dapat dilihat dengan mata telanjang, bisa juga menggunakan mikroskop. Oleh karena itu dibedakan menjadi hematuria yang makroskopis (dapat dilihat mata telanjang) dan hematuria yang mikroskopis (dapat dilihat dengan mikroskop).