#covid-19


Konsistensi Perangi Covid-19

Penggunaan cara saintifik ditambah disiplin kuat dari elite hingga rakyat jelata akan bisa memudahkan kita keluar dari pandemi ini. Ditambah vaksinasi massal yang dipercepat. Penggemar sepak bola menikmati siaran langsung pergelaran Piala Eropa 2020 dengan penonton yang hampir memenuhi kapasitas stadion. Terlihat sorak-sorai, jingkrak-jingkrak, dan mayoritas tak menggunakan masker. Untuk masuk stadion, selain membayar tiket, penonton lokal cukup menunjukkan kartu vaksinasi. Sementara penonton warga negara asing harus menunjukkan kartu tes swab. Mengapa ini bisa terjadi? Inggris dan Hongaria sebagai tuan rumah mengklaim sudah berhasil memvaksinasi lebih dari 90 persen warganya. Mereka juga merasa sudah berhasil menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan tertib sehingga otoritas setempat merasa cukup aman menggelar Piala Eropa 2020 dengan penonton hampir penuh.

Ginjal Anda Menolak Sakit Covid-19

Tanah air sedang dihebohkan dengan berita sekumpulan masyarakat dari daerah tertentu  berdemo menolak melakukan swab antigen dan ada pula yang beranggapan bahwa COVID sudah berakhir. Opini-opini menyesatkan inilah yang sejak awal menjadi salah satu alasan meledaknya kasus baru COVID-19 di negeri kita. Perlu diketahui saat ini Indonesia sedang memasuki serangan gelombang kedua dengan pertambahan jumlah perharinya yaitu 15.000 kasus  baru dan melampaui gelombang pertama Januari 2021 silam. Di negara lain seperti Hungaria dan Inggris dapat dengan leluasa melakukan pagelaran EURO 2020 yang dihadiri oleh penonton dengan kapasitas 100%. Negara-negara tersebut dapat demikian karena memang telah melakukan vaksinasi pada lebih dari 94% penduduknya, positivity rate mendekati 0%, dan didukung dengan masyarakat yang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Namun sekalipun demikian, model tersebut masih tetap sangat riskan. Sedangkan negara Indonesia saat ini sedang berkutat dengan permasalahan gelombang kedua COVID-19.

Invasi VoC Delta ke Kudus dan Bangkalan

VARIAN covid-19 dari India itu menginvasi dengan menunggangi kesembronoan kita. Akibatnya, pasien positif covid-19 Indonesia tiba-tiba melonjak drastis, berawal dari Kudus. Seperti diberitakan, penyebabnya ialah warga santai saja menjalani tradisi bakdo kupat (Lebaran ketupat), tujuh hari setelah Idul Fitri. Mereka berkerumun, bergerombol, dan saling mengunjungi. Di situlah varian delta covid-19 ikut ‘menari-nari’ di antara warga.  Maka, meledaklah kasus penularan di kota pusat rokok kretek itu. Rumah sakit menjadi penuh pasien, dan angka kematian melonjak. Lonjakan ini diperkuat hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diumumkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Ia mengatakan dari 34 spesimen dari Kudus yang di periksa, 28 di antaranya positif varian delta. 

Responding to the New Covid-19 Variant

A year after we entered the Covid-19 pandemic, the light at the end of the tunnel seems to be more distant. According to data issued by the Covid-19 task force, it seems that we have reached the peak of the Covid-19 curve. However, after the global curve flattened drastically, it seems to be rising again slowly. Data from the task force shows that the peak of the curve was reached on Jan. 30, 2021, when the number of new daily cases reached a high of 14,518. By March 13, the number of daily cases had dropped dramatically to 4,607. For comparison, at the same time, Brazil surpassed India to become the second-worst-hit country from Covid-19 pandemic. According to data from the Worldometers website from 19 March, the first place was still held by the United States with 30,357,255 cases, nearly 10 percent of the US population of 332 million.

Thromboembolic involvement and its possible pathogenesis in COVID-19 mortality: lesson from post-mortem reports

Abstract. – The emergence of Coronavirus Disease 19 (COVID-19) as a pandemic has claimed hundreds of thousands of lives worldwide since its initial breakout. With increasing reports from clinical observations and autopsy findings, it became clear that the disease causes acute respiratory distress syndrome (ARDS), as well as a broad spectrum of systemic and multiorgan pathologies, including angiopathy, endothelialitis, and thrombosis. Coagulopathy is associated with the activity of megakaryocytes, which play crucial roles in modulating the platelet homeostasis. Only a few autopsy reports include findings on thrombosis formation and the presence of megakaryocytes. Here we review and summarize the possible involvement and the pathophysiology of the thromboembolic events in COVID-19 patients based on post-mortem reports. We reviewed post-mortem reports from March 2020 to September 2020.