#covid-19
Webinar: The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19
- Berita
- /
- 20/11/2021
Webinar: The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19(Peran Magnesium dalam Upaya Deteksi dan Pengobatan Pasien Covid-19) Pembicara 1Masaru Yamamoto, Ph.D.The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19 Pembicara 2Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM Acute Kidney Injury and Electrolyte Abnormalities in Covid-19 Critical Illness Pembicara 3Prof. dr. Suzanna Immanuel, Sp.PK(K)Lactate Monitoring for Severe Sepsis and Septic Shock: Are All Lactate Measurement the same? Moderator: Prof. Dr Aryati, dr, MS, SpPK-K
Perlukah Vitamin D pada Gagal Ginjal Kronis?
- Blog
- /
- 10/10/2021
Pada era pandemi COVID-19, salah satu vitamin yang marak digunakan oleh masyarakat adalah vitamin D. Sumber vitamin D didapatkan dari dua hal, yaitu paparan sinar ultraviolet B dan makanan/suplementasi. Vitamin D menunjukkan efek benefisial pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, tulang, gigi, membantu mempertahankan sistem imun, serta memiliki efek yang positif pada ginjal. Ginjal memiliki peranan penting untuk sintesis vitamin D dalam tubuh manusia. Ginjal mengubah vitamin D menjadi bentuk vitamin D aktif sehingga dapat digunakan dalam tubuh. Pada penderita gagal ginjal kronis, ginjal tidak dapat mengubah vitamin D menjadi aktif, sehingga tubuh menjadi kekurangan vitamin D. Oleh sebab inilah tidak jarang kita mendapati orang dengan gagal ginjal kronis juga menderita defisiensi vitamin D.
Menuju ke Endemi dan Keseimbangan Baru
- Opini
- /
- 28/09/2021
BERLALUNYA amukan varian delta menimbulkan harapan mempercepat ‘gencatan senjata’ dengan virus korona. Meski masih ada kecemasan munculnya varian baru, varian delta saat ini bisa dianggap merupakan puncak keganasan covid-19. Dengan terus konsisten untuk mencegah dan mengobati penyakit ini serta terus membangun herd immunity, diharapkan akan makin jelas arah dari pandemi menuju endemi. Tarian maut varian delta memang sangat terasa sudah surut. Meskipun PPKM terus diperpanjang, makin sedikit level daerah yang membahayakan. Namun, para ahli epidemiologi mengingatkan meskipun situasi semakin membaik dan vaksinasi massal terus dilakukan, sebaiknya jangan sampai lengah, kebablasan, dan euforia. Pengalaman serangan dahsyat varian delta yang menghasilkan gelombang kedua menorehkan pelajaran amat perih. Kenekatan warga dan kelemahan penegakan protokol kesehatan oleh pemerintah harus dibayar mahal. Penularan meledak, melonjaknya pasien dan kematian, serta hampir kolapsnya sistem layanan kesehatan.
Webinar: Covid-19 dan Demam Berdarah dalam Perspektif Endemi
- Berita
- /
- 27/09/2021
WEBINAR SERI LITARESI PANDEMI KE-13 MUI JATIM“Covid-19 dan Demam Berdarah dalam Perspektif Endemi” Hari : Jum'at, 24 September 2021 J a m : 19.00 – Selesai WIB Sambutandr. H HidayatullahSekretaris MUI Jatim PengantarProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIMKetua Badan Kesehatan MUI Jatim Pemateri :1. Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., SpMK (K)2. Prof. Dr. Usman Hadi dr., Ph.D., Sp.PD-KPTI.FINASIM Moderator: Gus Badrus ZamanSekretaris Badan Kesehatan MUI Jatim Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/87812764039?pwd=RmIrMUhzd3B1bDJzL2Z3UkxHNXRwdz09 Meeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM Live Streaming: https://youtube.com/c/MUIJATIMTV
Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi
- Opini
- /
- 23/09/2021
Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.