#covid-19


Belajar dari Bobolnya Varian Baru di Pintu Negara

Jika pemerintah serius memperketat mobilitas warganya, seharusnya juga ketat menjaga pintu gerbang masuknya warga negara asing. Sebab, inilah pintu utama masuknya virus varian baru yang datang dari luar negeri. Kebijakan ”lockdown setengah hati” itu harus menghadapi kenyataan pilu. Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hampir usai, amukan Covid-19 justru kian menjadi-jadi. Optimisme Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai komandan untuk memimpin misi khusus menghadapi gelombang kedua Covid-19 ini meleset. Kurva bukannya manis melandai menuju target di bawah 10.000 kasus penularan per hari, melainkan malah meroket melampaui 50.000.

Setop Accidental Herd Immunity

‘SELEKSI Allah. Gusti Allah sedang memilih. Siapa lanjut hidup dan siapa yang dianggap cukup’. Ini posting-an terakhir Bambang Purwoko, dosen Fisipol dan Ketua Satgas Papua UGM di laman Facebook, Minggu (4/7), yang saat itu sedang sakit. Sepuluh hari kemudian, Mas Bambang meninggal. Semoga husnulkhatimah. Sebelumnya, almarhum sempat mem-posting kegundahannya. ‘Anomali? Wabah makin parah, tetapi jalanan dan tempat-tempat umum makin meriah’. Itulah renungan almarhum sebelum meninggal yang sangat tepat dalam menggambarkan kondisi saat ini.  Posting-an husnulkhatimah itu tepat mencerminkan kegentingan saat ini. Gelombang kedua covid-19 yang merundung negeri kita belum juga bisa dikendalikan. Presiden Jokowi sudah memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli dan memperpanjangnya hingga 25 Juli, dan kini diperpanjang lagi hingga 2 Agustus.

Prof Djoko Guru Besar Unair Berbagi Tips Isoman Dengan Pengawasan Dokter

Beritainspiratif.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang dua. Kenaikan kasus konfirmasi positif pada puncak gelombang kedua ini akan lebih tinggi daripada yang terjadi saat akhir Januari 2021. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui informasi tentang cara tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyebutkan bahwa melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang patut dilakukan saat melakukan penanganan dini.

Hadirkan Pembicara Ahli, BMW Astra Adakan Webinar Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19

PIKIRAN RAKYAT - BMW Astra menunjukkan komitmen mereka untuk ikut menjalani penanganan Covid-19 di Indonesia. Beberapa waktu lalu, mereka membuat sebuah seminar khusus yang mendatangkan seorang pembicara ahli. Seminar ini dilakukan oleh BMW Astra untuk menunjukkan pada masyarakat bagaimana cara Penanganan Dini Bila Terpapar COVID-19. Dari keterangan resminya ke tim Pikiran-Rakyat.com pada Kamis, 8 Juli 2021, acara webinar yang diselenggarakan BMW tersebut mengundang a Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM.

Bareng Prof Djoko Santoso, BMW Astra Gelar Webinar Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19

Online24, Jakarta – BMW Astra menggelar sosialisasi dalam bentuk webinar bersama Prof. Djoko Santoso. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang perlu dilakukan jika terpapar COVID-19. Pada webinar tersebut, Prof. Djoko membeberkan untuk menghadapi pandemi ini ada tiga hal penting yang perlu kita lakukan. “Pertama, penerapan protokol kesehatan yang sesuai standar WHO menjadi bagian dari kebiasaan kita, dengan begitu kita juga berkontribusi terhadap negara untuk membantu menyukseskan program. Kedua, mari kita sukseskan program vaksinasi supaya bisa mencapai herd immunity. Kombinasi protokol kesehatan dan vaksinasi sudah cukup untuk mengubah pandemi ini menjadi kehidupan new normal,” ungkap Prof. Djoko