Mengapa Terkena Gagal Ginjal Kronis


Rumah Ginjal - Secara alamiah organ tubuh kita umumnya terlahir dalam kondisi sehat. Sesuai fitrahnya, Ginjal pun siap juga mengerjakan fungsi utamanya sebagai pengatur tekanan darah, penetral racun melalui sistem penyaring yang menakjubkan fitrahnya, pengatur keseimbangan air dan elektrolit-mineral serta keasaman di tubuh, menjaga kesehatan tulang melalui pembentukan vitamin D aktif, mempertahankan Hemoglobin agar tetap normal. Walaupun demikian fungsi fungsi ini harus tetap dijaga secara berkelanjutan dengan cara sederhana yaitu pola hidup seimbang/sehat. Artinya dalam hal asupan maka makanlah tinggi serat, dengan kalori dan protein serta garam terkendali. Untuk istirahat usahakan tidur nyenyak 6 jam. Sedang olah raga sempatkan 20 hingga 30 menit lamanya setiap hari. Lain hal itu kendalikan diri dari faktor stress. Untuk yang terakhir ini dibutuhkan cerdas spiritual dan mental, serta cerdas sosial. Ketika ini dilanggar maka ginjal pun berpotensi tinggi akan kehilangan kemampuan menjalankan fungsinya. Celakanya hal ini banyak tidak disadari di antara kita semua, bahkan cenderung banyak tidak percaya dan seakan merasa ginjalnya sehat. Contoh:  ketika terkena diabetes dan tekanan darah tinggi, mereka tidak percaya bahwa ini yang paling sering menyebabkan penyakit ginjal kronis, mereka sangat tidak tahu bahwa kedua penyakit ini merusak ginjal.

Ketika sadar biasanya Kerusakan ginjalnya sudah berlanjut parah. Hanya segelintir orang beruntung ditemukan awal kerusakan ginjal saat melakukan cek kesehatan sebagai bagian pemenuhan persyaratan lamaran kerja misalnya. Dalam konteks ini penyedia layanan kesehatan akan mengeksplorasi riwayat kesehatan terkait diabetes atau hipertensi dan melakukan cross check melalui tes untuk mengetahui ada atau tidak ada penyakit ginjal. Dan dari sinilah jenis perawatan ditentukan.

 

Diabetes

Terlalu banyak glukosa dalam darah (gula darah puasa lebih dari 103-105 mg/dl dan gula darah 2 Jam setelah makan lebih dari 126 mg/dL atau gula darah sesaat lebih dari 200 mg/dL merusak filter ginjal. Seiring waktu, ginjal bisa menjadi sangat rusak sehingga mereka tidak lagi melakukan pekerjaan yang baik dalam menyaring limbah dan mengontrol cairan ekstra dari darah.

Gula yang melebihi kadar normal akan membuat zat radikal di darah, dan efeknya akan merusak seluruh syaraf dan pembuluh darah, termasuk ginjal yang kaya akan pembuluh darah yang secara alamiah sebagai penyaring racun lengkap dengan fungsi yang disebut di atas. Proses kerusakannya halus, ddan terus menerus. Maka dari itu seringkali di awal penyakit ginjal akibat diabetes ini adalah adanya protein dalam urinnya. Ketika filter rusak, protein yang disebut albumin (suatu protein yang penting sekali di tubuh), keluar dari darah dan masuk ke piranti jaringan ginjal yang akan mempercepat kerusakan jaringan ginjal sehingga seperti lingkaran setan yang sulit berhenti dalam merusak. Padahal secara prinsip bahwa Ginjal yang sehat itu tidak akan membiarkan albumin mengalir dari darah ke urin.

 

Lantas bagaimana tekanan darah tinggi bisa merusak ginjal

Bahwa sudah tidak diragukan lagi kalau tekanan darah tinggi memang dapat merusak pembuluh darah di ginjal, hingga mereka tidak bekerja sama sekali pada akhirnya. Jika pembuluh darah di ginjal rusak tentu berujung tidak berfungsinya ginjal sebagai organ yang berfungsi menghilangkan limbah dan cairan berlebih dari tubuh. Selanjutnya cairan berlebih dalam pembuluh darah ini akan dapat meningkatkan tekanan darah bahkan lebih Dan lebih lagi hingga menciptakan siklus yang berbahaya hingga bisa membuat terkena stroke, serangan jantung, pecahnya pembuluh darah di hidung (mimisen) bahkan pecahnya pembuluh darah kecil yang ada di mata.

Dua contoh ini (diabetes dan hipertensi) inilah sangat mendominasi rusaknya ginjal di masyarakat kita bahkan di dunia. Maka dari itu, waspadailah!