#covid-19


DPRD Surabaya Apresiasi Kiprah Unair Tangani COVID-19

Surabaya - DPRD Surabaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Airlangga (Unair). Sebab selama ini Unair telah berkiprah luar biasa dalam membantu penanganan COVID-19 di Kota Pahlawan.   Empat pimpinan DPRD berkunjung ke Kantor Rektorat Unair, dan berdiskusi dengan Rektor Unair, Prof M Nasih tentang penanganan COVID-19. Keempat pimpinan Dewan itu yakni Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah, AH Thony dan Reni Astuti.   "Unair menjadi salah satu kampus pelopor dalam penanganan COVID-19. Unair membuktikan bahwa kampus ini adalah bagian dari sumber ilmu abadi sebagaimana guci berisi air abadi yang dibawa Garuda Mukti, tunggangan Bhatara Wisnu dalam lambang Unair," ujar Adi Sutarwijono usai bertemu Prof M Nasih, Senin (15/6/2020).   Hadir pula dalam pertemuan itu, Ketua Senat Akademik (SA) Unair Prof Djoko Santoso dan Sekretaris Unair, Koko Srimulyo.

Pulasara Jenazah Covid

Viral video puluhan orang memaksa mengambil jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dari RS Mekar Sari di Bekasi (9/6). Mereka memaksa petugas membuka ruangan penyimpan jenazah. Tak sanggup menghadapi warga, petugas itu membuka ruang penyimpan jenazah. Jenazah langsung diangkat dan dibawa beramai-ramai oleh warga, meninggalkan RS. Sebelumnya (1/6), kejadian serupa terjadi di sebuah RS di Manado. Jenazah seorang pasien PDP berusia 52 tahun yang kemudian dinyatakan positif Covid-19, diambil paksa oleh keluarganya. Di Makassar pada 3 Juni, puluhan warga, banyak di antaranya bersenjata tajam, masuk ke RS Stella Maris Makassar dan memaksa mengambil jenazah pasien PDP. Petugas RS yang hendak mengambil sampel swab, gagal karena dihalangi warga. Sementara itu, di Surabaya, jenazah yang akan dimakamkan dengan prosedur Covid-19 direbut saat sudah sampai di kuburan (4/6). Padahal, sudah ada hasil tes jenazah positif Covid-19. Kejadian merebut jenazah di kuburan juga terjadi di Batam (9/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

Key to being at Peace with Coronavirus

For more than three months, we have been struggling with the COVID-19 pandemic. The peak of the infection and death curves have not yet been visible. The broader sector of our lives is affected badly. We are increasingly forced to survive until one day a vaccine and medicine are found. We are forced to increasingly accept the presence of this virus as a reality, although it is very dangerous. This is the “order” of the new world because of COVID-19. The fields of health, the economy, social relations, political processes and work culture all change and reformat the rules of the game. The new format can be long-term, even permanent. Because, it is estimated, this coronavirus will not be destroyed at all. Its ability to spread, mutate, and adapt to it new host is very quick. The coronavirus continues to mutate to maintain its life, while humans must also survive with their immune system, which is basically very sophisticated. Therefore, a kind of invitation arises that we begin to get used to living with the coronavirus, the invisible “cunning and cruel parasite”.

Terobosan dari Pemetaan Mutasi Covid-19

SUPERVIRUS covid-19 makin jelas sosoknya. Menristek-Dikti Bambang Brodjonegoro mengumumkan tipe virus korona penyebab wabah covid-19 yang beredar di Indonesia ternyata berbeda dengan tiga tipe lainnya yang beredar di dunia. Kesimpulan itu merupakan hasil analisis Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), lembaga kerja sama pemerintah Jerman dengan LSM untuk mempelajari data genetika virus. GISAID menganalisis tiga urutan genom yang dikirim dari Indonesia oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Menristek menjelaskan hal itu dalam rapat kerja gabungan Komisi VI,VII dan IX DPR secara virtual, Selasa (5/5) lalu. Untuk pemahaman awam, genom (genome) adalah keseluruhan informasi genetik (berupa asam nukleat) yang dimiliki satu sel atau organisme. Inilah pertama kalinya total urutan genom SARS-Cov-2 dari isolat di Indonesia yang panjangnya 29 ribu basa didaftarkan ke GISAID.

Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid 19

Rumah Ginjal - Sudah bulan ke-4 pandemi belum kunjung usai juga, sementara belum ada berita munculnya obat spesifik dan vaksinnya. Ini dialami oleh hampir semua negara di dunia dengan berbagai level pertumbuhan kasus baru. Untuk indonesia, menurut Sumber Newyork Times masih dimasukan dalam kategori negara dengan jumlah kasus tertinggi, dengan background kurangnya pengujian yang meluas. Artinya, bahwa sangat mungkin kasus-kasus nya masih banyak yang tidak tercatat (data yang resmi masih belum memasukan kasus yang sebenarnya positif covid, namun tidak sempat dilakukan uji pemeriksaan covid). Namun, Indonesia tidak sendirian, masih banyak yang lainnya di antaranya Amerika, Inggris, Kanada, Rumania, dan Iran. Maka untuk itu, mari kita terus saling menyemangati dalam menghadapi pandemi ini agar bisa kita terhindar dari ancaman virus covid ini. Jangan menyerah karena ini perjuangan hidup bersama melawan musuh virus covid yang tidak terlihat. Dan tetap jangan panik karena hidup harus senantiasa berjalan sesuai kaidah-kaidah alam. Atas berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur melalui kebersamaan berjuang bahu-membahu maka kita yakin akan menang, Amien 3x.