#Kesehatan


Prof Djoko Guru Besar Unair Berbagi Tips Isoman Dengan Pengawasan Dokter

Beritainspiratif.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang dua. Kenaikan kasus konfirmasi positif pada puncak gelombang kedua ini akan lebih tinggi daripada yang terjadi saat akhir Januari 2021. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui informasi tentang cara tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyebutkan bahwa melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang patut dilakukan saat melakukan penanganan dini.

7 Langkah untuk Menjaga Agar Ginjal Tetap Sehat

Ginjal adalah organ yang sangat penting, namun seringkali banyak disepelekan. Ginjal yang sehat adalah bagian dari tubuh yang sehat. Seseorang yang mengalami gangguan pada ginjal akan mengganggu kualitas hidupnya, sehingga penting untuk diketahui bagaimana cara menjaga agar ginjal tetap sehat. Berikut 7 langkah untuk menjaga agar ginjal tetap sehat.   1. Menjaga kebutuhan cairan Umumnya orang dewasa membutuhkan sebanyak 2 liter per hari. Kebutuhan cairan berbeda tiap individu bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas. Kebutuhan cairan harus terpenuhi agar dapat menjalankan fungsi tubuh. Bila tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) maka gejala yang tampak adalah bibir tampak kering, urine berwarna pekat, dan merasa haus. Asupan cairan harus ditingkatkan bila sedang berolahraga, berada pada lingkungan yang panas, atau sedang mengalami diare atau muntah. 

Industri 4.0 untuk Pacu Layanan Kesehatan

Presiden Jokowi sudah memilih dr Terawan sebagai menteri kesehatan untuk periode kedua pemerintahannya. Apa arah kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menjawab tantangan ke depan? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mengulas pencapaian sektor kesehatan lima tahun ke belakang. Gebrakan paling monumental periode pertama pemerintahan Jokowi adalah penerapan jaminan kesehatan nasional lewat Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini bisa dibilang kebijakan revolusioner di sektor kesehatan. Meskipun begitu, kebijakan ini masih menanggung masalah berat. Masalah utama yang belum bisa diatasi sampai sekarang adalah pembiayaan BPJS yang tekor sejak awal sampai sekarang. Ratusan rumah sakit mitra belum dibayar oleh BPJS hingga arus kasnya terseok, bahkan ada yang bangkrut.

Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat untuk Dunia Kesehatan

Jatim Newsroom- Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.

Pelaku Industri Kesehatan Bakal Dapat Manfaat Revolusi Industri 4.0

Liputan6.com, Surabaya - Indonesia saat ini memasuki era awal revolusi industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0, Selasa (12/11/2019).