Artikel

Blog


Pembatasan Garam untuk Mengatasi Hipertensi

Ada sikap bijak mengatakan dalam hal makan: boleh menikmati makanan asal wajar, juga harus bisa mengimbangi dengan olah raga teratur bahkan sekiranya perlu menyudahi sebelum muncul kontraproduktif. Kalau terasa akan kewalahan maka segera membatasinya. Inilah yang harus dipahami. Bahwa sebaik-baik mesin biologi tubuh seseorang tetap saja berlaku hal tersebut apalagi kalau persediaan kapasitas fungsional mesin tubuh seseorang sudah pada level pas pasan (organnya mulai terganggu). Adapun yang akan dibahas dalam hal ini adalah suatu elemen makanan yang membuat rasa nikmat --garam dengan rasa asinnya. Ketika ada dalam tubuh, garam tersebut akan disesuaikan hingga tidak boleh lebih atau kurang. Dalam hal asupan garam berlebih, maka hal itu bisa mengakibatkan hipertensi. Namun kondisi munculnya hipertensi ini sangat bervariasi mengingat sensitivitas seseorang terhadap garam natrium atau sodium berbeda-beda.

Bagaimana Garam dapat Menjadi Penyebab Hipertensi?

Sebagaimana diketahui, garam umumnya digunakan sebagai campuran bumbu dalam masakan, terlebih bagi mereka yang suka makanan sedikit asin. Selain itu garam juga mempunyai posisi penting dalam kegiatan metabolisme tubuh terutama sel tubuh. Namun, di sisi lain garam juga punya potensi tinggi terjadinya tekanan darah tinggi lewat jalur efek samping dari kebiasaan makan suka asin. Pola makan tradisional yang asupan natriumnya (garam) rendah, kejadian hipertensi di masyarakatnya rendah. Di masyarakat Barat umumnya mempunyai kebiasaan asupan tinggi natrium sehingga angka hipertensinya tinggi. Adapun fungsi natrium yang penting dalam tubuh yaitu untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Natrium juga membantu menghantar rangsang (implus) saraf yang mempengaruhi kerja otot.

Apakah Ada Hubungan antara Hipertensi dan Penyakit Ginjal?

Apakah ada hubungan antara hipertensi dan penyakit ginjal? Jawabnya: betul-betul sangat berhubungan. Lebih jelasnya, jika tubuh mengidap penyakit ginjal. Tentu Dokter akan memberikan tes-tes laboratorium tertentu, misalnya serum creatinine dan blood urea nitrogen (BUN), urinalisis yang mengindikasikan apakah ginjal Anda bisa membuang produk-produk sisa metabolisme dengan baik atau tidak. Salah satunya Proteinuria, yaitu kondisi kelebihan protein pada urin, dimana hal tersebut juga merupakan tanda dari penyakit ginjal. Selanjutnya, hubungan hipertensi dan penyakit ginjal dapat Anda ketahui dari jenis hipertensi. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder.   a. Hipertensi primer atau esensial  merupakan jenis hipertensi yang tidak atau belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90% dari seluruh kejadian hipertensi). Hipertensi primer memiliki banyak pengaruh; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah, kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Diet Rendah Protein Berpengaruh pada Kesehatan Ginjal yang Digambarkan pada Model Jaringan Ginjal Mencit

Makanan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan pertumbuhan. Malnutrisi adalah gangguan nutrisi yang disebabkan oleh kekurangan protein atau kalori, yang sering disertai dengan kekurangan nutrisi lain. Definisi WHO untuk kekurangan gizi adalah ketidakseimbangan antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh untuk mendukung pertumbuhan, maintenace, dan fungsi spesifik. Kekurangan asupan makanan akan menyebabkan gizi buruk yang berbahaya, terutama pada anak-anak.   Resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan pentingnya nutrisi dan penting untuk anak-anak. Malnutrisi pada anak-anak bahkan dapat dimulai di dalam rahim. Karena itu, menu diet seorang ibu haruslah dikelola dengan mengonsumsi keseimbangan makanan yang bergizi selama masa kehamilan. Jika terjadi malnutrisi, kelahiran berat badan akan rendah atau abnormal. Dalam kasus kekurangan gizi pada masa bayi, anak akan memiliki kecenderungan untuk mengalami berbagai penyakit kronis pada usia dewasa, seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Persyaratan Pendonor Ginjal: Pahami Resikonya pada Syarat ke-3

Rumah Ginjal - Kendala transplantasi ginjal di Indonesia masih tinggi. Permasalahannya tidak hanya dari segi biaya, namun juga dari ketersediaan donor, dimana termasuk di dalamnya adalah dari donor hidup. Jika pendonor tidak ada hubungan kekerabatan dengan si Penderita, maka biasanya faktor ekonomi akan menjadi alasan utama mengapa ia ingin menjadi donor hidup.   Penemuan Donor Menurut Prof. Djoko Santoso, yang tertulis pada buku "Siapkan Diri Anda untuk Cangkok Ginjal", proses menemukan donor dalam transplantasi ginjal, memerlukan beberapa persyaratan sebagai berikut:   1. Pendonor berasal dari kerabat dekat Donor hodup yang berhubungan darah (transplantasi living related donor) atau disebut juga syngenesioplastic transplantation, dimana antara donor dan resipien mempunyai hubungan biologis yang erat, misalnya saudara kandung, orang tua/anak, bibi, paman, dan sepupu. Untuk mengukur kecocokan organ resipien dan pendonor, tim medis menggunakan sejumlah kriteria tertentu untuk menganalisis jaringan ginjal resipien. Semakin banyak kriteria yang terpenuhi (cocok), maka semakin baik kemungkinan berhasilnya ginjal donor bekerja dalam tubuh pasien.