Artikel

Blog


Pesan Sekelumit tentang Penyakit Ginjal Kronis di Tengah Kita

Rumah Ginjal – Berbicara soal gagal ginjal kronis, kebanyakan kalangan publik sudah ketakutan awal akan bayangan cuci darah. Hal ini sangat wajar karena banyak cerita yang tentu setiap orang tidak ingin mengalaminya. Dan tentu juga melalui kesempatan ini kita tunjukan lebih awal rasa empati kita dan kita semangati dalam ridho Ilahi bagi saudara kita yang menjalani cuci darah reguler (berkelanjutan) sehingga selalu tetap semangat. Hal ini tidak berlebihan karena sesungguhnya dengan cuci darah yang terstandar, mereka akan mendapatkan kondisi optimal sepanjang didukung oleh berbagai pihak. Sedang bagi kita rerata sehat ginjal sebaiknya selalu tetap waspada dalam merawat ginjal yang menakjubkan ini agar terhindar dari penyakit ginjal kronis. Dengan demikian kita bisa ikut  berperan dalam meminimalisir kejadian penyakit ginjal kronis.  Untuk diketahui bahwa penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjalnya menurun. Menurun dalam hal ini tidak harus kreatinin darah meningkat dari angka normal. Namun, apabila  ditemukan, misal kebocoran protein dari 3x pemeriksaan berbeda waktu dalam periode 3 bulan pun dalam hal ini sudah di sebut penyakit ginjal kronis. Atau bisa juga ditemukan adanya batu pada saluran perkencingan dari hasil pemeriksaan USG maka itu juga sudah termasuk penyakit ginjal kronis. 

Suara dari Orang yang Menjalani Dialisis Berkelanjutan

Rumah Ginjal - Tahukah Anda bahwa saat ini penyakit ginjal  sudah sangat mempengaruhi hampir 30 juta orang di Amerika Serikat. Menurut The National Kidney Foundation bahwa penyakit ginjal kronis ini sering disebabkan oleh diabetes, hipertensi kronis utamanya dan sisanya oleh faktor genetik atau penyakit langka yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Fakta di lapangan bahwa tentu banyak cerita dari dampak penyakit ini terhadap kehidupan sesorang yang terkena Penyakit ginjal kronis.  Seperti apakah apakah cerita dari seseorang yang menderita penyakit ginjal? Bagaimana mengelola kondisi dengan penyakit ginjal kronis? Suatu cerita bahwa sebelum ginjalnya tidak berfungsi terlebih dahulu  dia menderita penyakit ginjal polikistik (suatu rongga dari jaringan ginjalnya yang berisi cairan di mana statusnya aktif dan tumbuh kembang sebagaimana jaringan ginjal itu sendiri). Ginjal Polkistik ini suatu kondisi genetik (bawaan lahir) yang pada perjalanannya menyebabkan pembesaran ginjalnya dan berakhir gagal ginjal. Fungsi ginjal yang terus menurun inilah, yang suka tidak suka dibutuhkan cuci darah (dialisis). Ketika dokternya bersikeras saat itu, untuk menganjurkan agar dialisis dimulai, saat itu juga pasien sangat ragu-ragu untuk mengikuti arahan dokter. Tidak berselang waktu,

Kebocoran Protein Albumin dalam Urin sebagai Petanda Awal Sakit Ginjal

Rumah Ginjal - Kejadian bocor protein albumin dalam urin sering sangat tidak disadari oleh siapapun (kecuali saat general check up). Mengapa demikian? Karena hal ini sering tidak bergejala.  Sebagai informasi  bahwa zat Albumin dalam darah ini merupakan  jenis protein yang sangat  penting di tubuh. Fungsinya adalah untuk  membantu merawat stabilitas otot, memperbaiki jaringan, dan melawan infeksi. Maka dari itu protein albumin ini  secara alamiah memang harus tetap ada dalam darah dan tidak boleh dalam urin agar tidak  berkurang.  Namun jika ini kenyataannya ada dalam urin maka besar kemungkinan bahwa  ginjalnya tidak sehat, tidak bisa    menyaring dengan baik. Padahal ginjal  yang prima tentu akan mampu mempertahankan albumin dan zat zat lain yang masih dibutuhkan tubuh hingga tidak ikut dalam urin.   Di sisi lain, sesuai kodratnya, ginjal  justru harus mampu  menghilangkan atau melepas zat zat yang  tidak dibutuhkan tubuh seperti produk limbah dan air yg berlebih. Nah, ketika ginjal rusak, protein albumin dapat "bocor atau Lolos " keluar dari ginjal lalu ke dalam urin. Dalam istilah Kedokteran hal ini  disebut "albuminuria" atau "proteinuria."

Mengapa Terkena Gagal Ginjal Kronis

Rumah Ginjal - Secara alamiah organ tubuh kita umumnya terlahir dalam kondisi sehat. Sesuai fitrahnya, Ginjal pun siap juga mengerjakan fungsi utamanya sebagai pengatur tekanan darah, penetral racun melalui sistem penyaring yang menakjubkan fitrahnya, pengatur keseimbangan air dan elektrolit-mineral serta keasaman di tubuh, menjaga kesehatan tulang melalui pembentukan vitamin D aktif, mempertahankan Hemoglobin agar tetap normal. Walaupun demikian fungsi fungsi ini harus tetap dijaga secara berkelanjutan dengan cara sederhana yaitu pola hidup seimbang/sehat. Artinya dalam hal asupan maka makanlah tinggi serat, dengan kalori dan protein serta garam terkendali. Untuk istirahat usahakan tidur nyenyak 6 jam. Sedang olah raga sempatkan 20 hingga 30 menit lamanya setiap hari. Lain hal itu kendalikan diri dari faktor stress. Untuk yang terakhir ini dibutuhkan cerdas spiritual dan mental, serta cerdas sosial. Ketika ini dilanggar maka ginjal pun berpotensi tinggi akan kehilangan kemampuan menjalankan fungsinya. Celakanya hal ini banyak tidak disadari di antara kita semua, bahkan cenderung banyak tidak percaya dan seakan merasa ginjalnya sehat.

Infeksi saluran kencing pada pria berbahayakah?

Rumah Ginjal -  Infeksi saluran kencing merupakan salah satu infeksi yang sering terjadi pada kebanyakan orang, terutama wanita. Hal ini diakibatkan saluran kencing wanita lebih pendek dan mudah terpapar dunia luar. Namun sebagian besar infeksi saluran kencing yang tidak berkomplikasi pada wanita tidak bergejala dan sering sembuh sendiri. Hal ini berbeda dengan pria, jika pria terkena infeksi pada saluran kencingnya kebanyakan bergejala dan berkomplikasi. Kita bahas lebih lanjut mengapa infeksi saluran kencing pada pria bergejala dan berkomplikasi. Dilihat dari sisi anatomis saluran kencingnya saja lebih panjang dari wanita dan lebih berliku. Oleh karena itu pria jika terkena infeksi saluran kencing lebih berat daripada wanita. Selain itu pada pria mudah timbul batu saluran kencing. Perjalanan penyakitnya hampir sama karena struktur anatomis saluran kemih pria lebih panjang, kemudian kotoran atau endapan sedimen lebih bisa dan mudah terbentuk. Jika ada batu dan infeksi pada saluran kemih maka bisa sangat berbahaya.