Artikel

Blog


7 Tips Minum Air untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Air adalah kebutuhan utama tubuh dalam menjaga cairan tubuh supaya tetap terpenuhi. Minum air putih seringkali dihubungkan dengan kesehatan ginjal. Hal tersebut benar adanya, jika tubuh tercukupi cairan, maka ginjal akan menjalankan fungsinya dengan normal. Sebaliknya orang yang menunda minum, bisa berakibat fatal. Coba pikirkan, di belahan dunia manakah ada makhluk hidup yang tidak membutuhkan air? Kalau toh ada, sesungguhnya makhluk tersebut sudah menyiapkan sebelumnya di tempat khusus di tubuhnya agar tidak dehidrasi. Begitu pula dengan makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, yaitu manusia. Berdasarkan literatur, tubuh kita mengandung sekitar 60-70% air dan setiap bagian dari tubuh tidak lepas dari air.

Intip 6 Cara Mencegah Penyakit Ginjal Kronis, Nomor 6 Kurang Diperhatikan

Organ ginjal yang menakjubkan ini harus kita sadari perannya dalam menyaring darah dalam tubuh. Organ yang besarnya hanya sekepal tangan tersebut tetap jauh lebih ajaib dan unggul ketimbang tiruannya, yakni mesin cuci darah yang sebesar kulkas kecil itu.  Ginjal mampu melakukan banyak tugas penting untuk membuat kita tetap sehat. Tugas penting ini yaitu, menyeimbangkan air dalam tubuh, menyingkirkan limbah tubuh, menghasilkan hormon, mengatur tekanan darah, berfungsi dalam pembuatan sel darah merah, dan menjaga kesehatan tulang.

Banyak yang Belum Tau, 6 Cara Hilangkan Nyeri Asam Urat

Asam urat adalah senyawa biokimia hasil pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sendiri secara normal memang diproduksi tubuh dan ada sumber purin lainnya berasal dari makanan. Makanan yang mengandung purin dengan jumlah yang tinggi adalah hati, makarel, makanan kaleng, bir, dan daging merah.  Nyeri asam urat ditandai dengan nyeri sendi atau kesemutan di persendian. Rasa sakitnya bahkan sampai membuat kulit bagian luar sendi kemerahan dan bengkak. Nyeri sendi akibat serangan asam urat ini umumnya terjadi di pangkal jempol kaki, siku, lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan punggung kaki.

Hipertensi Pada Lansia: ISH, Faktor Risiko, Penanganan

Lansia adalah golongan orang lanjut usia dengan usia di atas 60 tahun. Menurut data statistik 2019, Jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 25 juta jiwa. Pada usia ini, lebih separuh dari populasinya mempunyai tekanan darah yang lebih dari normal. Hal ini yang mempermudah terjadinya risiko penyakit jantung pembuluh darah, termasuk utamanya otak dan ginjal.  Kenaikan tekanan darah pada orang tua dipandang sebagai konsekuensi dari proses penuaan. Sementara itu, yang dimaksud dengan hipertensi pada lansia adalah: seseorang dengan usia lebih dari 60 tahun yang mempunyai tekanan darah sistolik konsisten tinggi (140 mmHg atau lebih) dengan tekanan diastolik dalam batas normal (lebih rendah dari 85 mmHg). Kondisi ini umum disebut isolated systolik hypertension (ISH).

Mudah! Begini Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Cepat

Tekanan darah adalah angka yang menunjukkan seberapa kuat jantung memompa darah dari arteri. Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengecek tensi darah berada di angka normal ataukah tidak. Tekanan darah normal adalah 120 mmHg, atau ketika sistolik berada di angka 120 atau lebih rendah, sedangkan diastolik sama atau lebih rendah dari 80. Mengukur tekanan darah (hipertensi) umumnya dengan sfigmomanometer lengkap dengan komponen manset, alat pompa. Mansetnya (berukuran standar) dilingkarkan pada lengan atas dan kemudian diisi dengan udara yang cukup untuk menekan arteri. Suara denyutan yang terdengar pertama kali adalah tekanan darah sistolik, lalu saat suara denyut tidak terdengar lagi disebut tekanan darah diastolik.