Artikel

Blog


Bagaimana Penerima Cangkok Ginjal Menghadapi Pandemi Covid-19?

Rumah Ginjal - Dikala pandemik covid-19 ini semua umat manusia di dunia pada waspada termasuk Saudara-saudara kita penerima cangkok ginjal. Namun ketika kita sudah menjalankan kehidupan dengan penuh kehati-hatian tanpa lupa sang Pencipta alam semesta, tidak ada kata pantang menyerah dalam menghadapi pandemi. Khususnya Saudara kita penerima cangkok ginjal, tetap semangat dan semangat menjalani kehidupan ini apapun bentuknya. Terkait covid-19, Saudara kita yang di seberang jauh di sana, melalui dokter pribadinya bersedia untuk dievaluasi dan selanjutnya dianalisa dalam satu program penelitian ketika dirawat. Hasilnya dilaporkan dan dipublikasikan ke Jurnal (The New England Journal of Medicine). Sebagian ini kami cuplik lalu dikembangkan dengan versi populer agar mudah untuk diketahui dan dipahami. Dengan demikian, diharapkan lagi agar menjadi semakin waspada. Di jurnal tersebut disebutkan bahwa Penerima cangkok ginjal umumnya rentan, termasuk beresiko sangat tinggi untuk terkena penyakit Covid19. Jika terkena, pada fase awal serangan orang cangkok ginjal dengan Covid-19 ini lebih jarang demam. Begitu yang dikatakan dari penelitian di Amerika. Cuplikan sebagian data nya sebagai berikut: Penelitian di Montefiore Medical Center, 36 penerima transplantasi ginjal orang dewasa berturut-turut yang dites positif Covid-19 antara 16 Maret dan 1 April 2020. Sebanyak 26 penerima (72%) adalah laki-laki, dan usia rata-rata 60 tahun. 

Akrabilah Info Ginjal ini

Rumah Ginjal - Tahukah Anda bahwa penyakit ginjal yang ditakutkan banyak orang sesungguhnya mudah dicegah dan dikendalikan. Penyakit yang dikelompokkan sebagai penyakit tidak menular ini hingga sekarang telah mempengaruhi sekitar 850 juta orang di seluruh dunia. Angka ini masih mungkin jauh lebih tinggi lagi. Hal ini karena penyakit ini tergolong tidak bergejala pada awal serangan sehingga wajar kalau tidak terlaporkan.  Secara proporsional dilaporkan ada satu dari sepuluh orang dewasa mengalami penyakit ginjal kronis. Dengan proporsi sebesar ini, penyakit ginjal dapat diproyeksikan akan menjadi penyakit ginjal kronis sebagai penyakit paling umum ke-5 secara global pada tahun 2040. Dari sisi beban kehidupan global, penyakit ginjal sangat membutuhkan perawatan yang tidak ringan. Semakin berat penyakit ini, maka akan semakin memperbesar bebannya, baik beban dari sisi ekonomi namun juga non material. Sehingga wajar semakin berat, maka akan semakin membebani keluarga dan negara. Apalagi penyakit ginjal kronis semakin hari semakin meningkat dengan demikian bebannya linier dengan peningkatan kejadian dari penyakit itu sendiri.

Asupan Sehat untuk Ginjal

Rumah Ginjal - Asupan dengan tinggi serat misal, sayur dan buah merupakan salah satu kunci untuk  menjaga fungsi ginjal. Jika Hal tersebut tidak dibiasakan maka akan berpeluang terkena risiko gagal ginjal. Kebiasan Yang tidak sehat demikian bersama dengan kebiasan tidak sehat lainnya seperti pola hidup tidak sehat misal merokok dan makan tinggi kalori hingga kegemukan atau juga tinggi protein atau juga suka makan yang sangat asin akan dapat menyebabkan penyakit ginjal pada orang sehat. Peneliti yang dipimpin oleh Alexander Chang, MD dari Loyola University Medical Center menemukan bahwa orang dengan fungsi ginjal normal dan tidak ada hipertensi atau diabetes yang diet tinggi daging merah, minuman yang dimaniskan gula (tinggi gula) dan natrium (rasa asin di makanan) serta mereka tidak suka buah, biji-bijian lebih mungkin terserang penyakit ginjal. Selain itu, orang gemuk atau mereka yang memiliki BMI lebih dari 30 hampir tiga kali lebih mungkin berpeluang sakit  ginjal. Mereka yang merokok memiliki kemungkinan 53% untuk menderita penyakit ginjal.

Sulitnya Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi pada Gagal Ginjal

Rumah Ginjal - Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal dengan gagal ginjal kronis masih menjadi suatu problem serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sulitnya menurunkan tekanan darah pada penyakit ginjal ini. Seperti diketahui saat seseorang menderita darah tinggi, yang tidak teratasi dengan baik adalah timbulnya komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, atau perburukan fungsi ginjal yang berujung pada cuci darah. Oleh karena itu, menjaga atau menurukan tekanan darah adalah suatu keharusan.   Tapi, mengapa pada beberapa orang tekanan darah sulit turun? Sesuai dengan salah satu teori yang ada, pada penyakit ginjal akan terjadi peningkatan hormon paratiroid. Hal ini disebabkan terganggunya regulasi hormon ini terkait ketidakseimbangan ion kalsium dan fosfat. Sehingga ion kalsium yang beredar di jaringan menjadi menurun. Hormon ini lalu aktif dan berdampak pada aktifitas sel penghancur tulang yang dinamakan osteoclast.

Alam Ginjal dari Seberang lain

Rumah Ginjal - Dia didiagnosis dengan penyakit ginjal stadium akhir. Bagaikan tersambar petir, diagnosis itu tentu mengejutkan karena proses perubahan yang terjadi pada tubuhnya sama sekali tidak dirasakan --karena memang itulah bagian dari karakter penyakit ginjal kronis.   Patut diketahui bahwa penyakit ginjal kronis sebagian besar tidak memberikan gejala. Sebagaimana pada sesi sebelumnya bahwa kalau toh mengeluh dan bergejala seperti bengkak seluruh tubuh, lemas kurang Nafsu makan, mual kronis, semangat kerja menurun, gampang lelah seperti habis berjalan jauh, serta darah tinggi; semua itu tadi sesungguhnya telah terjadi kerusakan ginjal Yang parah. Apalagi sudah ada kejang, sesak nafas prekoma Yang tidak bisa ditawar dari urusan cuci darah.    Maka pada umumnya, sebagian besar mereka  pasrah sambil  terus berdoa untuk mendapatkan jalan yang terbaik. Pada beberapa kejadian, banyak dari mereka umumnya lebih dulu  mendengar semua cerita tentang bagaimana perasaan orang-orang selama cuci darah, dan tentunya mereka tidak ingin menghadapinya. Mereka tidak ingin kehilangan kebebasannya dan mereka tentu tidak ingin merasa sakit sepanjang waktu.